Cowok Lentik Menjadi Tren, Wajar?

       Dunia sosial media yang semakin merebak membuat para penggunanya terkadang memanfaatkan untuk menunjukkan eksistensinya, baik dengan membagikan momen-momen yang terjadi dalam hidup mereka melalui berbagai foto atau dengan berbagai  tingkah konyol melalui video yang mereka unggah. Terkadang semakin unik unggahan itu akan semakin banyak orang yang memberikan "love"  dengan sekedar double tap di layar ponsel mereka.

    Eksistensi yang sering muncul di media sosial salah satunya adalah medsos Instagram bahwa banyak sekali anak muda khususnya anak laki-laki memberikan unggahan foto mereka atau bahkan video mereka yang cenderung memperlihatkan sisi feminitas baik dari dandanan, tata rambut, cara berbicara atau bahkan perilaku yang sangat tidak malu-malu lagi, terakhir yang gue lihat unggahan mengenai 2 anak laki-laki bertingkah gemulai memberikan ciuman bibir pada teman sejenisnya yang kemudian diikuti tawa oleh teman-temannya. Astagfirullah :(

     Tulisan ini saya tulis bukan maksud untuk menyudutkan satu pihak manapun, saya hanya mengungkapkan pendapat mengenai fenomena nyata yang semakin merebak disekeliling kita yang kita anggap sepele namun besar dampaknya untuk anak muda sekarang. Ketakutan itu adalah tingkah-tingkah pola seperti itu akan dijadikan sebagai bahan lelucuan, senang-senang hingga gaya hidup yang dapat kita bilang "toleran".

      Laki-laki adalah manusia yang harus bersikap maskulin, yang dianggap kuat dan tegar dalam hal apapun. Terkadang yang sering kita bilang bahwa kaum adam tak boleh tampak menangis, suara mereka harus tegas berwibawa, gaya berpakaianpun diatur sedemikian rupa oleh budaya dan konstruksi sosial yang ada dimasyarakat sehingga dapat dikatakan benar. Namun tampaknya tren maskulitas perlahan sudah bergeser, isu-isu seperti kesetaraan gender mungkin menjadi salah satu pijakan untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap bagaimana lelaki seharusnya bersikap.

       Hal tersebut malah menjadi "tren yang laris manis" di televisi yang semakin membuat acara menjadi lebih riuh ramai sehingga banyak kaum wanita menerima lelaki lentik seakan adalah bagian dari mereka yang sejenis. Padahal lelaki tetaplah lelaki. Lalu setelah gue bertanya pada beberapa orang wanita yang sering bersama dengan lelaki lentik perihal ini mereka menjelaskan dengan alasan seperti berikut :

 1. Mereka dianggap tidak "berbahaya"

          Cewek merasa tidak perlu membentuk "pelindung" ketika bersama dengan mereka, hal tersebut dikarenakan kaum cewek ini memposisikan cowok lentik tidak seperti teman lelakinya yang biasa. Cowok lentik ini dianggap adalah sama seperti mereka sehingga hal yang sering dilupakan bahwa aktifitas saling peluk, bersandar, merangkul menjadi tidak sungkan atau ragu antar mereka. Tetapi kegiatan ini tidak akan mereka lakukan pada cowok maskulin karena anggapan cowok lentik memiliki "hasrat" berbeda daripada cowok maskulin dengan para cewek ini, jadi mereka merasa aman. Padahal kita harus tahu posisi dimana mereka tetaplah pria.

2. Cowok lentik lebih bisa bikin nyaman karena sifat supelnya

        Cowok lentik identik memiliki sifat supel, asyik diajak ngobrol dan memiliki selera humor yang besar. Hal tersebut yang membuat banyak orang senang beradaptasi dengan mereka. Gaya berbicara yang khas itu bisa menjadi bahan hiburan mereka untuk "senang-senang". Maka, itulah cowok lentik yang dianggap biasa bagi masyarakat. 

3. Menghiasi dunia hiburan pertelevisian

       Banyak cowok tipikal lentik menjadi seni sendiri pada beberapa acara pertelevisian, baik presenter, komedian, pemain film, dll. Hal tersebut sudah dianggap lumrah pada kekinian masyarakat, padahal jika kita lihat lebih detail bahwa hal tersebut dapat mengguncang pola pikir anak muda, mereka lebih bersikap "lembek" karena menganggap banyak sejenisnya bersikap demikian, tingkah pola tersebut dianggap "biasa aja" karena bertujuan "senang-senang" dan komedi saja. Padahal semakin hal tersebut dilakukan, kebiasaan itulah yang menjadi "pembiasaan". Mental berubah bahkan perilaku "menyek-menyek" menjadi tren.

         Begitulah dunia hiburan saat ini yang mungkin juga kehidupan sehari-hari kita memang sudah seperti itu. Kaum cowok "tulen: memang lebih sulit diterima oleh cewek dalam hal persahabatan. Mereka, para cewek, lebih suka berteman dengan cowok yang lentik dan melambai. Well, dilihat dari beberapa sisi sih memang agak menyedihkan, namun mau bagaimana lagi, memang kenyataannya seperti demikian. Disatu sisi, hal ini bisa saja dibilang bagus bagi beberapa cowok karena berarti bahwa kewajiba cowok untuk selalu menjadi kuat dan tangguh sudah tidak perlu diikuti dengan tegar lagi. Cowo boleh saja menangis dan mengeluh. Namun disisi lain, hal ini juga menjadi hal yang membahayakan. 

        Bayangkan saja nanti saat semua orang berpikir bahwa menjadi lentik adalah jalan satu-satunya buat mereka yang diterima oleh pergaulan dan meningkatkan karier pekerjaan, maka cowok-cowok yang bersikap seperti cowok pada umumnya akan tersisih dan semua cowok akan berubah jadi cowok lentik. Bukankah kalau hal ini terjadi justru malah merugikan bagi cewek ya? Oleh karena itu, sudah sepantasnya para cewek tidak meng-encourage mereka.

       

thankyou, ririn :) 


Tidak ada komentar