5 Cara Mengembalikan Kondisi Mental Setelah Patah Hati





Saat kita tertarik dengan seseorang dan menyukainya, Kita akan mudah berimajinasi mengenai hal-hal yang belum terjadi dan kita selipkan bayangan nya dalam konten imaji indah itu.

Pertemuan dengan seseorang yang kita suka dan berlanjut dengan kencan pertama mungkin terkadang akan membuat pikiran kita berharap dengan timbulnya getar-getar cinta. 

Namun tiba-tiba ia mengabaikanmu, tidak ada lagi respon yang ia berikan. Ia menghilang tak lagi mau bertemu dengan kita. Meskipun hubungan di awal terasa sangat manis, namun perlakuan acuh adalah sebuah sinyal bahwa ia sudah tak lagi tertarik denganmu.

Alih-alih mengemis perhatiannya, fokuskan hati dan pikiran kamu agar tidak senantiasa merasa serba salah. Buat perasaan kita lebih baik. Tak perlu merasa bahwa segala sesuatu yang kita mulai menjadi "semua salah kita". 

Ada 5 cara yang dapat mengembalikan mental terpuruk kamu setelah kamu merasa patah hati : 

1. Sugesti Diri

Hal yang paling harus kita lakukan adalah menyugesti di dalam pikiran kita bahwa "ini semua yang terjadi bukan salah saya, tapi dia yang bermasalah". Hanya karena seseorang yang kita sukai tidak bisa melihat kelebihan yang kita miliki bukan berarti mengurangi nilai pada diri kita.

Suatu hubungan yang berbau asmara adalah hal kompleks. Jika seseorang tidak mampu membalas perasaan kita, pasti banyak kemungkinan yang ia pikirkan dan ia rasakan. Mungkin dia punya masalah dengan komitmen, mungkin ia belum siap bersama seseorang, atau bahkan ia tak percaya dengan diri nya sendiri. Sejuta kemungkinan lain yang membuatnya berpikir ulang untuk menjalin hubungan dengan kita. Hal tersebutlah bukan salah kita sepenuhnya.

2.       Ingat! Kamu tuh berharga banget, meskipun dia tidak menyadarinya

Saat hubungan cinta pada fase awal, mungkin ia akan sering memuji kita dengan mengatakan bahwa kamu sangat baik, cerdas, menarik dan lainnya. Namun saat hubungan berakhir dan dia tidak lagi mengatakan hal-hal yang manis sama kamu bukan berarti semua kelebihan-kelebihan dalam diri kamu itu sudah tidak ada lagi.  

Ingat ya, semua kelebihan kita itu HADIR jauh sebelum ia hadir. Kualitas kita takkan bergantung pada pujian atau rayuan seseorang.


2. Berpikir Realistis

Pasti, sebelum kamu menyukai nya dengan segala ketertarikan yang ia tampilkan meyakinkan kamu bahwa ia bisa menjadi seseorang yang tepat untuk mendampingi. Tetapi, ada saatnya kita harus mengakui bahwa perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Maka, berpikirlah realistis. Jangan katakan bahwa ia satu-satunya, sebab kita akan bertemu dengan seseorang yang lebih menarik darinya.


3.  Menambah kebersamaan dengan teman-teman

Saat seseorang yang kita sukai pergi, bukan berarti semua orang terdekatpun ikut pergi. Selalu ada yang menjadi pengobat terbaik dalam kondisi apapun kita. Jangan berlarut-larut menyesali sesuatu yang telah berakhir, pergilah bersama teman-teman dan bersyukurlah bahwa kamu masih memiliki sahabat yang menyayangimu.

4. Balas dendam secara elegan

Setiap perasaan sakit yang kita rasakan sebenarnya dapat diobati dengan pengalihan berbagai aktivitas. Tetap meningkatkan kualitas diri, kamu bisa merombak penampilan kamu, ikut kelas tertentu, kumpul dengan berbagai komunitas baru dan salah satu nya juga bisa pergi traveling.

Lakukan semua yang bisa membuatmu jadi lebih baik secara fisik, mental dan spiritual.


Jangan salahin diri kamu lagi, jangan mikir berbagai hal yang membuat kamu malah menurunkan kualitas diri kamu. Kamu mungkin akan sangat kecewa dan bingung sehingga menuangkan segala negatif thinking pada diri kamu sendiri. 

Guys, Percayalah, itu buruk sekali.

Jangan hanya karena seseorang yang mengacuhkanmu, kita jadi terlihat "payah". Kita adalah dengan kualitas kita. Jadi semangat ya ....!


Tidak ada komentar